Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Agustus 2010

SETIAP HARI TERNYATA KITA MAKAN SAMPAH

Untuk kita yang hobi berkuliner, makanan-makanan seperti gorengan, asinan, manisan, memang menjadi favorit tersendiri. Bahkan mungkin ada diantara kita yang mengkonsumsinya secara terus menerus setiap hari. Tahukah Anda, tanpa kita sadari ternyata apa yang selama ini kita konsumsi adalah makanan-makanan yang di kategorikan Sampah (junk food) oleh lembaga kesehatan dunia WHO. Wah ngeri juga ya? seperti apa ya makanan yang disebut sampah itu, silahkan lihat sendiri.

1. Makanan gorengan
Golongan makanan ini kandungan kalorinya tinggi, kandungan lemak/minyak dan oksidanya tinggi.
Bila dikonsumsi secara regular dapat menyebabkan kegemukan, mengakibatkan hyperlipitdema dan sakit jantung korener. Dalam prosese menggoreng sering terjadi bnayak zat karsiogenik, hal mana telah dibuktikan kecenderungan kanker bagi mereka yang mengkonsumsi makanan gorengan jauh lebih tinggi dari yang tidak / sedikit mengkonsumsi makanan gorengan.

2. Makanan kalengan
Baik yang berupa buah kalengan atau daging kalengan, kandungan gizinya sudah banyak dirusak, terlebih kandungan vitaminnya hampirseluruhnya dirusak.
Terlebih dari itu kandungan proteinnya telah mengalami perubahan sifat hingga penyerapannya diperlambat.

Nilai gizinya jauh berkurang. Selain itu banyak buah kalengan berkadar gula tinggi dan diasup ke tubuh dalam bentuk cair sehingga penyerapannya sangat cepat. Dalam waktu singkat dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat, memberatkan beban pancreas. Bersamaan dengann tingginya kalori, dapat menyebabkan obesitas.

3. Makanan asinan
Dalam proses pengasinan dibutuhkan penambahan garam secara signifikan, hal mana dapat mengakibatkan kandungan garam makanan tersebut melewati batas, menambah beban ginjal.

Bagi pengkonsumsi makanan asinan terbut, bahaya hipertensi dihasilkan. Terlebih pada proses pengasinan sering ditambahkan amonium nitrit yang menyebabkan peningkatan bahaya kanker hidung dan tenggorokan.

Kadar garam tinggi dapat merusak selaput lender lambung dan usus. Bagi mereka yang secara kontinu mengkonsumsi makanan asin radang lambung dan usus kemungkinan tinggi.

4. Makanan daging yang diproses (ham, sosis, dll)
Dalam makanan golongan tersebut mengandung garam nitrit dapat menyebabkan kanker, juga mengandung pengawet/pewarna dll yang memberatkan beban hati/hepar.

Dalam ham dsb kadar natriumnya tinngi, mengkonsumsi dalam jumlah besar dapat mengguncangkan tekanan darah dan memberatkan kerja ginjal.

5. Makanan dari daging berlemak dan jerohan
Walaupun makan ini mengandung protein yang baik, vitamin dan mineral tapi dalam daging berlemak dan jerohan mengandung lemak jenuh dan kolestrol yang sudah divonis sebagai pencetus penyakit jantung. Makan jerohan binatang dalam jumlah banyak dan waktu lama dapat menyebabkan pernyakit jantung koroner dan tumor ganas (kanker usus besar), kanker payudara dll.

6. Olahan Keju
Sering mengkonsumsi olahan keju dapat menyebabkan penambahan berat badan hingga gula drah meninggu. Mengkonsumsi cake/kue keju bertelur menyebabkan kurang gairah makan. Konsumsi makanan berkadar lemak dan gula tinggi sering mengakibatkan pengosongan perut. Banyak kasus terjadinya hyperakiditas dan rasa terbakar.

7. Mi instant
Makanan ini tergolong makanan tinggi garam, miskin vitamin, mineral. Kadar garam tinggi menyebabkan beratnya beban ginjal, meningkatkan tekanan darah dan mengandung trans lipid, memberatkan beban pembuluh darah jantung.

8. Makanan yang dipanggang/dibakar
Mengandung zat penyebab kanker.

9. Sajian manis beku.
Termasuk golongan ini ice cream, cake beku dll. Golongan ini punya 3 masalah karena mengandung mentega tinggi yang menyebabkan obesitas karena kadar gula tinggi mengurangi nafsu makan juga karena temperature rendah sehingga mempengaruhi usus.

10. Manisan kering
Mengandung garam nitrat.
Dalam tubuh bergabung dengan ammonium menghasilkan zat karsiogenik juga mengandung esen segai tambahan yang merusak hepar dan organ lain, mengandung garam tinggi yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan memberatkan kerja ginjal

sumber http://wahw33d.blogspot.com/2010/03/10-makanan-sampah-junk-food-yang.html#ixzz0xKYShyo5

BERITA BURUK UNTUK PARA JENGKOLHOLIC

Jengkol. Makanan yang mantap ini adalah salah satu makanan khas rakyat yang cukup populer. Rasa dan baunya memang begitu khas dan sensasional. Saya sendiri tidak malu untuk mengakui bahwa sejak kecil saya sangat menggemari makanan yang satu ini. Disemur, digoreng, disayur, everything is Ok. Jadi laperrr...
Namun baru-baru ini ada kabar buruk bagi para jengkolholic, jengkolers, dan jengkolista di seluruh dunia. Apa berita buruknya? Silahkan simak.


Bila fungsi ginjal normal sebenarnya tidak ada batasan untuk mengkonsumsi makanan apapun. Namun demikian ada makanan-makanan yang tidak dianjurkan untuk disantap. Salah satu di antaranya adalah jengkol.

Jengkol dalam sebuah laporan ilmiah dikabarkan bisa mengganggu ginjal secara mendadak dan mengakibatkan gagal ginjal akut. Hal ini dikarenakan jengkol membentuk gumpalan kristal-kristal kecil yang menyumbat bagian saluran kecil di ginjal. Obat-obatan penghilang rasa sakit, obat-obatan untuk rematik dan antibiotik tertentu adapula yang dapat mengganggu atau merusak ginjal.

Kebiasaan buruk lain yang dapat mengganggu fungsi ginjal adalah kurang minum. Jika dalam sehari orang kurang minum dari jumlah yang dibutuhkan (2-2.5 liter/24 jam), maka akan mempermudah terbentuknya batu saluran kemih pada orang tertentu.
Tak pelak lagi, konsumsi air memang sangat penting dalam menjaga fungsi ginjal.

Banyaknya air yang diperlukan sebenarnya tergantung dari banyaknya air atau cairan yang dikeluarkan oleh tubuh melalui kencing, keringat, pernafasan, buang air besar dan lain-lain. Tubuh manusia diciptakan secara sempurna oleh Yang Maha Esa sehingga organ tubuh bisa mengatur keseimbangannya satu sama lain secara dinamis yang disebut homeostasis.

Bila tubuh kekurangan air, maka kita akan merasa haus. Sementara bila perut kosong, maka tubuh akan mengirimkan sinyal sehingga kita merasa lapar.
Hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah merespon sinyal-sinyal tersebut secara secara wajar dan tidak berlebihan.

Minumlah sepatutnya dan makanlah secukupnya. Konsumsi yang berlebihan justru akan menimbulkan masalah dan akan menggangu homeostasis tersebut. Dengan perhitungan-perhitungan sederhana, jumlah air yang dibutuhkan sehari-hari berkisar 2-3 liter untuk menghasilkan sekitar 1.5– 2 liter air seni/hari.

Jumlah ini cukup untuk membuang atau melarutkan racun-racun yang ada dalam tubuh. Jumlah ini tentu saja bervariasi tergantung dari hal-hal lain seperti suhu udara yang panas, aktivitas fisik yang dilakukan seperti olah raga, komposisi makanan, dan lain sebagainya.

Kurang mengkonsumsi air akan meningkatkan kepekatan air seni sehingga tidak cukup untuk membuang racun2 yang ada. Sebaliknya konsumsi air yang berlebihan pun tidak dianjurkan karena justru akan menambah beban kerja ginjal.