Tampilkan postingan dengan label angkasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label angkasa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Oktober 2010

NGERI: "ASTEROID SEBESAR BUS SIAP HANTAM BUMI"

Sebongkah asteroid diperkirakan akan melewati planet Bumi dengan jarak cukup dekat, yakni 28.000 mil. Batu raksasa yang diestimasi besarnya kurang lebih sama dengan bus tingkat itu diperkirakan akan “mampir” siang ini (Selasa, waktu Amerika atau Rabu siang waktu Indonesia).

Berita baiknya, agen antariksa Amerika Serikat NASA (National Aeronautics and Space Administration) memastikan bahwa asteroid raksasa itu tidak akan berbenturan dengan bumi.

Batu angkasa, yang diberi nama 2010 TD54, diestimasi akan mencapai titik terdekat dengan bumi, yaitu sekitar 28.000 mil, pada tengah hari.


Namun, para ilmuwan telah memastikan bahwa jarak terdekat itu tetap tidak akan memasuki lapisan atmosfer bumi. Kalau pun hal itu sampai terjadi, asteroid itu akan terbakar habis sebelum sampai ke permukaan bumi.

“Asteroid ini terdeteksi oleh Lab Observatorium Kitt Peak National Solar di Arizona pada hari Minggu silam,” tulis NASA Asteroid Watch melalui akun Twitternya.

“Batu berukuran kecil itu akan terbakar hangus jika melewati lapisan atmosfer bumi dan tidak menimbulkan bahaya apa pun di permukaan,” imbuhnya, seperti dikutip Daily Mail, Rabu 13 Oktober 2010.

“Untungnya, asteroid yang satu ini nampaknya tidak akan bersinggungan dengan bumi,” tandas Emily Baldwin dari Astronomy Now pada The Times. “Namun, ini mengingatkan kita semua bahwa bumi masih berada di tengah-tengah galeri tembak kosmik, sebab itu kita harus tetap waspada dengan asteroid-asteroid yang mendekat,” paparnya.

Menurut perkiraan NASA, lintasan 2010 TD54 akan jauh lebih dekat dari pada jarak bulan ke bumi. Akan tetapi belum bisa dipastikan apakah batu raksasa itu bisa dilihat dengan mata telanjang atau tidak.

Source of VIVAnews

Minggu, 22 Agustus 2010

BAGAIMANA DUNIA AKAN BERAKHIR?

Dunia akan berakhir seperti apa? Planet akan meledak dalam bola belerang yang berapi, atau dingin dan kesepian? panel ilmuwan terkenal menjawab misteri itu.

Untuk mengetahui kiamat akan seperti apa, Big Think (think tank online progresif) bertanya pada ahli paleontologi, astrofisikawan, terorisme nuklir, dan ahli lain tentang kemungkinan penyebab kiamat.

Situs web berjudul "Bagaimana Dunia Akan Berakhir?", menjelajahi jawaban pertanyaan itu. Dan akhir dunia tampaknya akan menyakitkan bagi mereka yang ada di bumi.

Michio Kaku, profesor fisika teoretis di Cuny menilai alam semesta akan berakhir dengan pembekuan besar. Dia mendalilkan bahwa kita bisa menghindari nasib dengan perjalanan cepat ke dunia paralel.

Orang lain berpikir akhir dunia akan gersang dan tidak dapat dihindari. Peter Ward, seorang ahli paleontologi dari University of Washington berspekulasi bahwa laut bisa berubah menjadi belerang dan mengurangi tingkat keseluruhan oksigen yang menyebabkan keracunan pada semua umat manusia.

"Kita sekarang berpikir kepunahan massal besar disebabkan oleh kekurangan oksigen. Bakteri yang menghasilkan hidrogen sulfida diproduksi di berbagai daerah dalam jumlah besar dasar di laut, naik ke permukaan dalam bentuk gelembung dan mulai membunuh sesuatu."

Dia juga menganggap asteroid juga tetap potensial. "Kami tahu 65 juta tahun yang lalu kita tertimpa batu yang sangat besar dari luar angkasa. Dan kita akan terkena lagi,” katanya, dalam pendapat bersama Edward Sion, seorang ahli astronomi dan astrofisika dari Villanova.

“Benar probabilitasnya sangat, sangat rendah," katanya, “Tetapi satu bukan sesuatu yang bisa diabaikan."
Potensi kiamat lain lebih esoteris juga kurang menyakitkan. Melissa Franklin, seorang profesor fisika dari Harvard University, berspekulasi lubang hitam yang akan merusak planet ini. Misalnya saja jika Large Hadron Collider CERN tiba-tiba menyebabkan petaka besar.

"Itu tidak akan terlalu buruk," kata Franklin, yang memberi catatan kemungkinan itu sangat kecil. Tapi kalau yang mustahil itu terjadi, maka hal itu akan melahap planet dalam sekejap mata.

"Ini akan cepat. Mungkin cara yang menarik untuk mati, Anda tidak akan memiliki banyak waktu untuk khawatir seperti dalam film-film bencana," katanya

Edward Sion Astronom dan astrofisikawan Villanova University mengkhawatirkan sebuah supernova atau ledakan bintang. Sebuah sistem bintang terdekat bumi mungkin menjadi supernova 10 juta tahun lebih cepat daripada yang diperkirakan para ilmuwan. Ledakan yang dihasilkan akan "lebih cemerlang dari galaksi," dan akan membunuh kehidupan di bumi.

Ia juga memprediksi jika asteroid atau supernova tidak membunuh bumi, maka planet kita akan mati ketika matahari membengkak dan menguap. Pada saat itu, Edward Sion menyarankan manusia berkemas dan pergi meninggalkan bumi.

source: http://klipberita.com/klip-iptek/7251-kiamat-bumi-bakal-seperti-apa.html
sumber http://wahw33d.blogspot.com/2010/03/gambaran-kiamat-bumi-ini.html#ixzz0xLnwjglI